Dimana kau ketika fajar mulai merekah
Dimana kau ketika waktu begitu menyengat
Dimana kau ketika langit menjadi abstrak
Dimana kau ketika embun belum jatuh
Aku tetap disini dan masih disini
Berdiri di atas tanah hitam peraduan
Pusara dari semua tulang yg hidup
Dan dari kulit yg telah mengelupas
Dimana kau !
Ku menunggu bagai raga tak beruh
Ku menanti bagai jiwa tak bernyawa
Tatap mataku lalu tikam aku jika bisa
Datang dan hadapi aku
Aku telah menunggumu
Kenakan bajamu angkat pedangmu
Karna ku kan menikammu !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar